Feynman lahir di Far Rockaway, Queens,New Yorkpada 11 Mei 1918. Kebiasaannya untuk menggali pengetahuan hingga dasar diajarkan oleh ayahnya. Sementara, sisi humoris Feynman diturunkan dari sang ibu. Setelah dewasa, Feynman selalu memegang teguh apa yang diwariskan oleh kedua orang tuanya. Feynman mengembangkan sikap anti terhadap semua bentuk otoritas dan selalu berbicara dengan jernih dalam masalah apapun. Feynman mendapatkan gelar sarjananya dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada 1939. Ia melanjutkan kuliah doktornya di PrincetonUniversity dan meraih gelar Ph.D. pada 1942.
Pada masa Perang Dunia II, Feynman tergugah untuk masuk ke dalam sebuah projek pembuatan bom atom di Los Alamos. Ia merasa bahwa jika Jerman lebih dulu megembangkan bom atom, dunia akan terancam oleh fasisme Hitler. Setelah Perang Dunia II, Feynman bekerja di CornellUniversity. Namun demikian, ia merasa Cornell bukan tempat yang cocok untuknya. Ia memilih pindah ke California Institute of Technology (Caltech).
Ia juga selalu bekerja dengan memperhatikan hasil eksperimen terbaru. Hal inilah yang kemudian membuatnya menolak tawaran dari Institute for Advanced Study, Princeton, untuk menjadi profesor di sana.
Sumbangan Feynman terhadap ilmu fisika luar biasa banyak. Siapa pun yang mempelajari medan kuantum, dipastikan akan selalu berhadapan dengan Feynman karena banyak sekali teori yang ditemukannya dalam bidang tersebut. Feynman juga memberi sumbangan bagi perluasan cakrawala pengetahuan manusia dengan idenya mengenai komputer kuantum. Hadiah Nobel didapatkan Feynman pada tahun 1965 atas kerjanya dalam teori elektrodinamika kuantum. Cara dia memecahkan masalah dan menjelaskannya dalam tulisan dan ceramahnya menjadi inspirasi ribuan fisikawan muda modern. Feynman meninggal pada 15 Februari 1988, karena menderita kanker usus.**
Today, there have been 2 visitors (4 hits) on this page!